News Lumina
Total Tangkapan Beras 1.450 Ton, Tinggal 346 ton lebih Yang Masih di Gudang Bea Cukai, Mentan : Musnahkan!
Nasional | Senin, 19 Januari 2026
Pewarta:Riadi
Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan usai meninjau gudang Kanwil DJBC Kepri, Senin (19/1).
KARIMUN, LuminaNews: Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Kantor Wilayah DJBC Kepri, Senin (19/1). Kedatangan Mentan Andi Amran bersama rombongan meninjau langsung gudang Kanwil DJBC Kepri. Mentan melihat langsung bahan pangan terutama beras hasil tangkapan Bea Cukai dalam kurun waktu 2025.
Data yang dihimpun total tangkapan beras yang berhasil dilakukan Bea Cukai Kepri mencapai 1.450.700 kg Dari total tersebut sebanyak 1.104.300 kg telah keluar dari gudang. Sekitar 346 ton lebih yang tersisa.
Dari 346 ton lebih tersebut masih tersimpan di tiga gudang Kanwil DJBC Kepri. Jumlah beras tersebut merupakan tangkapan dari tiga kapal penyelundup yakni KLM 96 Jaya dengan 32.450 kg bera. KLM 96 Jaya ditangkap pada 28 Mei 2025 lalu. Kemudian KLM Nusa Indah 7 dengan muatan 19.375 kg beras, KLM Nusa Indah 7 ditangkap pada 15 Juli 2025 Selanjutnya KLM Harapan Indah 88, dengan muatan 294.574 Kg beras. KLM Harapan Indah 88 ditangkap pada 15 November 2025. Selain bahan pangan berupa beras ketiga kapal juga mengangkut Cabe kering dengan total 3.880 kg, Bawang Putih sebanyak 19.800 kg, bawang merah sebanyak 35.610 kg dan gula dengan total 43.800 kg.
Dari jumlah barang tangkapan tersebut yang masih tersimpan di tiga gudang Bea Cukai diantaranya di gudang A, C dan G dengan komoditas Beras dan gula. Terkait hasil penindakan ini, Mentan Andi Amran dalam jumpa persnya mengatakan beras hasil tangkapan BC ini sebaiknya dimusnahkan.
''Karena khawatir mengandung penyakit. Apalagi, masuknya dengan cara yang ilegal. Atau diselundupkan,'' tegas Mentan Andi Amran.
Beras hasil penindakan BC ini, tambahnya, akan diselidiki sampai tuntas. Artinya, beras hasil tangkapan BC yang berasal dari Tanjung Pinang yang diketahui bersama bahwa daerah tersebut tidak ada sawah --bukan daerah penghasil dan produksi-- Kemudian, akan dibawa ke Palembang, dimana daerah tujuan beras selundupan ini merupakan daerah surplus beras berjuta ton.
''Sehingga, nanti dalam melakukan penyelidikan siapa saja yang terlibat dalam penyeludupan beras saya serahkan ke Mabes Polri, Satgas Pangan, Dandrem, Pangdam, pihak kejaksaan dan pihak BC sendiri," tegasnya lagi.
Mentan Andi Amran pun memastikan stok beras di Indonesia saat ini dalam posisi surplus. "Ini merupakan keberhasilan sejak era Presiden Pak Prabowo,'' ketusnya.
Masuknya beras ilegal, tambah Mentan Andi Amran, dapat mempengaruhi 115 juta petani se Indonesia. Karena, saat ini kondisi Indonesia sudah swasembada beras. Hal ini sudah diumumkan Presiden di tingkat nasional dan juga saat di PBB.
Foto Pilihan
-

Lomba Dayung Perahu Karet Danlanal Karimun Cup 202...
Senin, 26 Januari 2026
-

Kunjungan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaima...
Senin, 19 Januari 2026
-

TNI AL melalui tim satgas koarmada I dan team quic...
Senin, 29 Desember 2025
-

Emon nama hewan beruk yang kini digandrungi pengun...
Kamis, 25 Desember 2025
-

Penampakan KM Kelud Malam Hari Saat Singgah di Kab...
Minggu, 21 Desember 2025
-

Arus Penumpang di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun M...
Sabtu, 20 Desember 2025
Team_Gallery
Team Lumina Punya Cerita@fotoku_team